LAKIP 2018: Capaian Kinerja Balai Bahasa Aceh Memuaskan

Balai Bahasa Aceh (BBA) berhasil menunjukkan kinerja yang cukup memuaskan untuk tahun 2018. Hal itu dituangkan dalam Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Balai Bahasa Aceh Tahun 2018.

LAKIP bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tingkat capaian sasaran yang dituangkan dalam Penetapan Kinerja (PK) tahun anggaran 2018 sebagai wujud dari pengembangan misi dalam rangka mewujudkan visi Balai Bahasa Aceh.

Laporan ini juga menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan sebagai masukan kepada pimpinan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud dalam rangka pengambilan kebijakan untuk perencanaan tahun selanjutnya.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2018 Balai Bahasa Aceh ini memuat capaian kinerja selama 1 tahun (Januari s.d. Desember 2018). Capaian kinerja itu diukur dengan indikator kinerja kegiatan (IKK) sesuai dengan struktur program dan kegiatan sebagaimana yang tertuang dalam Renstra Balai Bahasa Aceh.

Secara garis besar, instansi BBA berhasil mewujudkan seluruh target kinerja yang dituangkan dalam delapan sasaran strategis tahun 2018. Semula target tersebut terdiri dari empat sasaran strategis, namun kemudian pada pertengahan tahun berubah menjadi delapan, berdasarkan PP No. 12 Tahun 2018. Kedelapan target dan capaian sasaran strategis tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Meningkatnya kosakata bahasa Indonesia dengan indikator kinerja jumlah kosakata Indonesia yang ditargetkan sebanyak 4.000 lema sudah mencapai target.
  2. Meningkatnya mutu dan jumlah penelitian kebahasaan dan kesastraan dengan indikator kinerja jumlah Penelitian Bahasa dan Sastra yang ditargetkan sebanyak 2 naskah sudah mencapai target, kemudian indikator kinerja jumlah publikasi ilmiah bahasa dan Sastra juga sudah mencapai target, yaitu 2 Terbitan.
  3. Meningkatnya mutu dan jumlah bahan ajar pengayaan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan indikator kinerja jumlah bahan dan modul pembelajaran bahasa dan sastra menetapkan target sebanyak 2 naskah juga telah memenuhi target.
  4. Meningkatnya jumlah instrumen Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia dengan indikator kinerja jumlah instrumen Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia telah mencapai target 1 naskah.
  5. Meningkatnya jumlah tenaga profesional dan calon tenaga profesional yang terbina dalam Penggunaan Bahasa dan Sastra dengan indikator kinerja tumlah tenaga profesional dan calon tenaga profesional yang terbina dalam penggunaan bahasa dan sastra telah mencapai target yaitu sebanyak 1.650 orang, juga pada indikator kinerja jumlah generasi muda pengapresiasi bahasa dan sastra telah mencapai target yang ditetapkan, yaitu 1.747 orang.
  6. Meningkatnya jumlah ruang publik yang terkendali dengan indikator kinerja jumlah badan publik yang terkendali penggunaan bahasanya telah mencapai target yaitu 4 lembaga, indikator kinerja Jumlah badan swasta yang terkendali penggunaan bahasanya juga mencapai target yaitu 5 lembaga.
  7. Meningkatnya mutu dan jumlah bahan pengembangan strategi dan diplomasi kebahasaan dengan indikator kinerja jumlah bahan ajar BIPA sejumlah 5 naskah telah terapai sesuai target.
  8. Terselenggaranya layanan dan dukungan manajemen teknis di lingkungan Badan Bahasa dengan indikator kinerja layanan dukungan manajemen eselon 1, layanan internal (overhead), layanan perkantoran dengan masing masing target 1 layanan telah tercapai.
Baca juga:   Bengkel Sastra Ajang Melatih Kreativitas Siswa

Laporan lengkap Akuntabilitas Kinerja Instansi Balai Bahasa Aceh Tahun 2018 dapat dibaca pada tautan ini.

Tinggalkan balasan!