Duta Bahasa Sumut Kunjungi Sopo Safari di Siantar

Anak-anak Sopo Safari mengikuti pelatihan Duta Bahasa Sumatera Utara. (GATRA/Jon RT Purba/re1)

Nadia dan Noval, Duta Bahasa Sumatera Utara 2018 mengunjungi Sopo Safari di Tanjung Pinggir, Pematang Siantar. Kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap inisiatif komunitas dalam menggerakkan literasi di lingkungan masyarakat.

Nadia mengatakan bahwa literasi itu bukanlah sekedar membaca dan menulis. Literasi menurutnya diartikan lebih luas, misalnya bagaimana melakukan nilai lebih dari apa yang sudah ada.

Dua anak muda ini sengaja mendatangi Sopo Safari untuk berbagi dengan anak-anak disekitaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA). “Banyak baca banyak harta. Maksudnya dengan membaca kita akan banyak memahami dan kemudian mampu mengelola sesuatu menjadi lebih berguna. Mampu berkreativitas dan menghasilkan karya,” kata Noval, Sabtu (3/8).

Nadia menambahkan cara terbaik untuk keluar dari kemiskinan adalah dengan pendidikan dan kreativitas. Melihat anak-anak di sekitaran TPA, ia berharap anak-anak yang belajar di Sopo Safari mempunyai harapan dan masa depan cerah. “Apa yang sudah dilakukan di Sopo Safari harus di dukung. Adik-adik disini perlu diarahkan untuk meningkatkan minat baca dan kreativitas,” imbuhnya.

Sopo Safari merupakan komunitas belajar bagi anak-anak di sekitaran TPA Siantar. Sopo Safari yang sebelumnya bernama Sopo Nametmet ini dikelola oleh Farida Sitorus. Lahirnya Sopo dilokasi TPA ini adalah karena rendahnya tingkat literasi anak. Lemahnya pengawasan orang tua terhadap pendidikan memantapkan Farida dan komunitas anak muda lainya membentuk tempat belajar Sopo Safari.

Baca juga:   Penerimaan Naskah Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Anak Tahun 2019 Diperpanjang

“Anak-anak disini perlu mendapatkan cara belajar yang tepat. Ada sekitar 30 anak yang dibina disini. Kita terus memberikan motivasi, karena minat belajarnya sangat minim. Anak-anak banyak menjadi pengepul botot dan dijual, lalu dapat uang. Jadi nyaris tak ada waktu belajar,” jelas Farida.

Bersama Duta Bahasa anak-anak Sopo Safari belajar membuat kerajinan tangan dari barang bekas. Bahan baku barang bekas banyak ditemukan dinsekitaran TPA. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. “Sampah jika dikelola dengan kreativitas tinggi akan mempunyai nilai tambah,” tukas Nadia.

Farida sangat berterimakasih karena Sopo Safari dikunjungi. Ia mengatakan kunjungan ini Duta Bahasa Sumatera Utara ini kehormatan bagi Sopo Safari. “Kami dengan anak-anak sangat berterimakasih atas kunjungan dan pelatihan singkat ini. Semoga ini bisa memotivasi kami pengelola dan anak-anak,” harap Farida.

Sumber: Gatra.com | 07 Aug 2019 15:34 dengan judul “Literasi Bukan Hanya Membaca dan Menulis”

Tinggalkan balasan!