Balai Bahasa Provinsi Aceh Persiapkan Diri Menuju ZI-WBK

Rapat persiapan Balai Bahasa Aceh menuju ZI-WBK, Rabu (23/12) di Aula Dr. Abdul Djunaidi, M.S.

Perencanaan yang matang menentukan keberhasilan. Kata orang, gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Untuk memulai proses persiapan pembangunan Zona Integritas-Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK), Balai Bahasa Provinsi Aceh mengadakan rapat persiapan pada Rabu (23/12/20) di Aula Dr. Abdul Djunaidi, M.S., Balai Bahasa Provinsi Aceh.

Agenda utama rapat adalah penyampaian dan pembahasan laporan kunker Tim Persiapan Pembangunan ZI-WB ke Balai Bahasa Provinsi Bali (BBPB)(14-17/12) lalu. Laporan umum disampaikan oleh ketua tim, Baun Thoib Soaloon SGR yang memaparkan beberapa poin penting temuan tim.

“Pembentukan Unit Layanan Terpadu (ULP) di BBPB saya kira merupakan hal yang paling menonjol dan harus kita contoh. Termasuk kita harus belajar dari mereka tentang pengelolaan jurnal, karena Aksara sudah meraih akreditasi SIENTA 2”, papar Baun. Sementara itu, laporan perbidang disampaikan oleh setiap anggota sesuai dengan tugas masing-masing.

Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh staf dan dipimpin oleh Kasubbag. TU, Agus Priatna. “Mewujudkan instansi yang berkinerja tinggi, berintegritas, dan bebas korupsi merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pimpinan. Oleh karena itu, kami mengundang seluruh staf untuk mengikuti rapat penting ini. Mudah-mudahan tim persiapan nanti dapat memberikan gambaran yang jelas bagi kita langkah-langkah yang akan kita tempuh dalam pembangunan ZI-WBK berdasarkan hasil kunker ke BBPB”, katanya ketika membuka rapat.

Sementara itu, Kepala BBPA, Karyono, S.PD., M.Hum. dalam arahannya menekankan pentingnya setiap pegawai, baik yang PNS maupun PPNP meningkatkan kinerja dan kedisiplinan serta tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

Baca juga:   Galeri Foto: Serunya Sosialisasi UKBI

“Tugas saya di sini membenahi. Kita sudah jauh ketinggalan. Padahal SDM kita tidak kalah dari balai lain. Sarana dan prasarana yang kita miliki juga cukup memadai. Masalahnya barang kali adalah komitmen dan tanggung jawab kita yang belum maksimal. Jadi, mari sama-sama kita perbaiki.” Demikian, pesan Pak Karyo yang baru beberapa bulan menakhodai BBPA.

“Saya berkomitmen untuk mengangkat citra BBPA menjadi salah satu balai terbaik dan diperbincangkan di Senayan karena prestasi. Tugas itu akan lebih ringan jika seluruh warga balai terlibat sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing”, pungkas mantan Kepala Balai Bahasa Bengkulu ini.

Tinggalkan balasan!