Pemerkayaan Leksikon Bahasa Indonesia melalui Bahasa Daerah Aceh di Bidang Kemaritiman

Upaya pengembangan bahasa Indonesia dilakukan melalui peningkatan daya ungkap bahasa Indonesia. Peningkatan daya ungkap dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dilakukan melalui penjaringan leksikon bahasa-bahasa daerah yang sangat banyak, kaya, dan beragam. Pengayaan kosakata bahasa Indonesia melalui leksikon bahasa daerah akan lebih memperlihatkan salah satu ciri lain bahasa Indonesia, yaitu sarat dengan unsur bahasa-bahasa daerah yang kaya.

Pemerkayaan leksikon bahasa Indonesia melalui pengayaan kosakata bahasa daerah dilakukan secara terencana dan sistematis melalui tiga kegiatan, yaitu a) Inventarisasi Kosakata Bahasa Daerah, b) Lokakarya Kosakata Bahasa Daerah, dan c) Sidang Komisi Bahasa Daerah.

Pengumpulan kosakata bahasa daerah dimulai dengan penentuan tema atau wilayah. Tema terkait dengan pembatasan ranah yang akan dicari, misalnya kosakata maritim untuk wilayah yang kaya dengan budaya maritim. Sebagai daerah yang terletak di sisi barat Indonesia, Aceh merupakan salah satu provinsi yang dikelilingi oleh perairan laut internasional dan kawasan lautnya amat luas. Oleh karena itu, Balai Bahasa Provinsi Aceh merencanakan kegiatan penyusunan Kamus Bahasa Aceh Bidang Kemaritiman.

Lokasi pengambilan data lapangan penyusunan Kamus Bahasa Aceh Bidang Kemaritiman terbagi menjadi tiga kabupaten, yaitu 1) Kabupaten Aceh Timur, 2) Kota Lhokseumawe, dan 3) Kabupaten Aceh Barat. Ketiga kabupaten tersebut dipandang sebagai wilayah-wilayah yang memiliki banyak aktivitas kemaritiman sehingga mampu memberikan beragam istilah dan kosakata terkait bidang kemaritiman berbahasa Aceh.

Baca juga:   Student Hidjo: Pendidikan dan Kedaulatan

Pelaksanaan kegiatan inventarisasi kosakata di Kabupaten Aceh Timur dan Kota Lhokseumawe telah dilaksanakan pada 8 s.d. 12 Maret 2021. Kemudian, pelaksanaan kegiatan inventarisasi kosakata di Kabupaten Aceh Barat dilaksanakan pada 15 s.d. 19 Maret 2021. Kegiatan ini melibatkan lima orang narasumber dari setiap daerah. Narasumber tersebut adalah orang yang berprofesi atau paham mengenai bidang kemaritiman, seperti pawang laut, nelayan, penjual ikan, dan sebagainya.  

Kosakata kemaritiman yang didapat berasal dari bidang kuliner seperti semilang tumeh, kuah udeung, gabu tumeh, noh teucroh, sambalado kareng, tumeh tirom, engkot panggang, asam keung tairo, dan kosakata bidang kuliner lainnya. Selain itu juga terdapat kosakata bidang profesi seperti peuteungoh engkot, cop pukat dan jang. Seperti apa Kamus Bahasa Aceh Bidang Kemaritiman yang terbentuk nantinya? Ikuti terus kabar dari kami!

Tinggalkan balasan!