Ilustrasi makanan berbuka puasa

Pukul delapan belas tiga puluh lima sore. Langit mulai gelap. Lila melihat ke arah kue-kue yang dijualnya bersama ibu dan kakaknya. Masih banyak kue yang tersisa. Baru terjual setengahnya. Waktu berbuka puasa lima belas menit lagi. Para pembeli mulai bergegas meninggalkan tempat pedagang berjualan setelah membeli makanan dan minuman untuk berbuka puasa nanti. Pedagang pun mulai meninggalkan lapak tempat mereka berjualan. Kue, minuman, dan makanan yang mereka jual sudah habis. Hanya Lila, Kak Mimi, dan ibu yang masih berada di sini.

Sejak pagi tadi Lila begitu bersemangat membantu ibu dan Kak Mimi memasak dan menyiapkan aneka kue yang akan dijual sore hari setelah Asar. Ada pastel, bakwan, risol, kue lapis, dan donat. Ia membantu ibu dengan sepenuh hati. Akan tetapi, sore ini ketika ia melihat banyak kue yang belum terjual, ia merasa sedih.

“Ibu, apa kita pulang saja?” tanya Kak Mimi. Lapak tempat berdagang kue sudah benar-benar sepi dari pembeli dan penjual.

“Kita tunggu lima menit lagi ya!” kata ibu.

Lila melihat kegelisahan di raut wajah ibu. Ia merasa kasihan kepada ibunya. Ibu berjualan kue untuk membantu ekonomi keluarga. Kalau kue yang dijual tidak habis, ibu tidak mempunyai cukup modal untuk berjualan kue keesokan harinya.

 “Mimi, Lila, mari kita bereskan kue-kue ini. Mungkin belum rezeki kita hari ini sehingga kue-kue masih banyak yang tersisa,” ujar ibu.

Baca juga:   Imsak

Lila melihat senyum di wajah ibu. Ibu tidak mengeluh meskipun kue-kue yang dijualnya belum habis semuanya. Lila dan Kak Mimi pun ikut tersenyum. Lila dan Kak Mimi hendak memasukkan kue-kue yang tersisa ke dalam keranjang ketika sebuah mobil mewah berwarna putih berhenti di depan lapak tempat mereka berjualan. Seorang remaja laki-laki serta seorang remaja perempuan keluar dari dalam mobil itu.

“Apa masih ada kuenya?” tanya remaja laki-laki itu.

“Masih, kuenya masih ada,” sahut Lila. Ia berharap mereka membeli banyak kue yang ia jual supaya Lila, Kak Mimi, dan ibu dapat segera pulang ke rumah.

“Kami membeli semuanya. Kemarin ibu saya juga membeli kue di sini. Kata ibu, rasa kue yang kalian jual enak. Kualitas bahan dan bentuk kuenya juga bagus. Kami terburu-buru, tolong semua kue dibungkus cepat ya! Ada acara bukber di rumah. Ibu kami meminta kami membeli kue di sini,”

Lila dan Kak Mimi segera membungkus semua kue dan memasukkannya ke dalam plastik yang berbeda sesuai dengan jenis kue. Kemudian Lila pun menerima uang hasil penjualan kue.

“Terima kasih,” ucap Lila dan Kak Mimi. Mereka juga mendapat pesanan kue dari kedua remaja tersebut hari selanjutnya. Jumlahnya banyak.

“Alhamdulillah,” ucap Lila, Kak Mimi, dan ibu. Ketiganya kemudian bergegas pulang ke rumah yang jaraknya dekat dengan tempat mereka berjualan. Semua kue habis terjual. Senyum merekah di wajah mereka.

Baca juga:   Bahasa Daerah

Nurhaida

Tinggalkan balasan!