Pemajuan literasi bangsa memerlukan dukungan luas dari seluruh komponen bangsa. Keterlibatan banyak pihak  akan meningkatkan efektivitas dan dampak berbagai program peningkatan literasi. Selain memperkuat program literasi di sekolah, keluarga, dan masyarakat, pemerintah juga mendorong keterlibatan kalangan industri dan organisasi sosial serta memperkuat dukungan kepada para pegiat literasi yang tergabung dalam berbagai asosiasi maupun komunitas.


Para peserta secara berkelompok sedang menyelesaikan proses penulisan cerita anak


Untuk meningkatkan kemampuan para pegiat literasi dalam membangun komunitas literasi serta menjalankan kegiatan keliterasian di daerah, Balai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA) melaksanakan Pelatihan Pemberdayaan Komunitas Penggerak Literasi di Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Hasbi Ash-Shiddieqy selama tiga hari (20—22 Juni 2022).


Peserta pelatihan ini berjumlah 40 orang dari 20 komunitas literasi. Selama tiga hari, secara berturut-turut, mereka dilatih tentang manajemen komunitas literasi, penulisan cerita anak; dan proses kreatif penulisan bahan cerita anak oleh tiga orang narasumber, yaitu Khairuddin, S.Pd., M.Pd., Muhammad Iqbal, S.Pd., M.Pd. , dan Azrul Rizki, S.Pd., M.Pd.


Kepala BBPA dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemajuan literasi merupakan salah implementasi program Nawacita pemerintahan Jokowi yang diamanahkan kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. “Balai Bahasa tentu saja tidak akan mampu menjalankan tanggung jawab ini sendirian. Kami mengapresiasi segala sumbangsih dan kontribusi rekan-rekan pegiat literasi yang tanpa pamrih berjuang di tengah-tengah masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan keliterasian,” ujarnya.

Baca juga:   Balai Bahasa Gandeng Kodam Iskandar Muda, FEBI, dan FP UIN Ar-Raniry Sosialisai UKBI


Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Drs. Ibrahim A. Rahman, M.Pd. Dalam sambutannya, Pak Kadis menyoroti beratanya tantangan peningkatan indeks literasi, khususnya di Kota Lhokseumawe. Oleh karena itu, ia menyambut baik pelaksanaan pelatihan ini. Seraya mengapresiasi kiprah para pegiat literasi di daerah Lhokseumawe, Ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi dan berbagi pengalaman demi kemajuan literasi di Kota Lhokseumawe.


Para peserta pelatihan ini telah berhasil meningkatkan wawasan dan kemampuan tentang strategi pengembangan komunitas literasi dan mengembangkan kemampuan mereka tentang penulisan cerita anak. “Selama ini kami merasa bahwa menulis cerita itu sangat sulit. Kami berpikir mustahil menyelesaikan cerita dalam waktu singkat. Namun dengan panduan para narasumber ternyata dalam waktu beberapa jam, secara berkelompok, kami telah berhasil membuat beberapa cerita anak lengkap dengan gambar ilustrasinya”, kata salah seorang peserta dalam pesan dan kesannya selama mengikuti pelatihan.

Tentang penulis

Tinggalkan balasan!