Penulis: Asmaul Husna

Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Seorang pria berada di atas puncang gunung dengan langit biru
Sumber: Pixabay.Com

Takdir memang sudah ditetapkan, tapi memantapkan semangat itu suatu keharusan. Jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan? Benar, tapi pasrah bukanlah jalan pilihan. Proses pendewasaan memang berat. Berbagai tekanan, tuntutan, dan persoalan kerap kali datang bertubi-tubi dan kadang mengambyarkan konsentrasi dengan hebat.


Penulis Rons Imawan menyelipkan kata sederhana yang berefek luar biasa melalui tokoh Udin dalam novel The Fabulous Udin. Ia berkata, “Kalau ada masalah yang nggak bisa diselesaikan, jangan lari, apalagi menyerah! Masalah itu enaknya diketawain.” Mungkin terdengar konyol, tapi itu benar adanya. Saat ada masalah kita jangan langsung merasa galau seakan-akan masalah itu tidak pernah berakhir, tapi tetaplah optimistis, dan hadapi dengan tenang. Percayalah, semua itu akan berlalu. Lelah memang, tapi begitulah dunia. “Dunia memang tempatnya capek,”kata Ustaz Adi Hidayat.


Nah, jadi apa saja nih yang perlu diingat ketika sejuta problematika terus memporak-porandakan pikiran serta menguji mental kita yang nyaris menciut? Berikut beberapa tip agar kita tetap semangat dan pantang mundur dalam menggapai suatu tujuan.


Pertama, fokus.


Fokus adalah pokok utama dan hal yang paling penting untuk kita terapkan ketika ingin meraih sesuatu yang kita tuju. Sekalipun terpaan badai tiada berkesudahan, berbagai masalah tak jarang menghampiri kehidupan, dan sejuta rintangan memicu kegundahan, jangan pernah terkecoh dengan hal-hal yang membuat terhambatnya langkah kita menuju tujuan kita.

Baca juga:   MOTIVASI


Acap kali perihal hati menjadi pemicu utama hilangnya fokus dalam usaha menggapai tujuan. Ya … misalnya, asmara. Banyak orang terkecoh perihal cinta. Cinta memang tidak salah, tapi tidak sedikit orang bertindak salah karena cinta. Apalagi anak muda yang masih labil dan terlalu naif ketika cinta memabukkan pikirannya. Ayolah, jika cinta memang perkara yang rumit, sedang kita belum cukup dewasa untuk itu, lebih baik tinggalkan saja dulu. Jangan biaran waktu terbuang sia-sia untuk hal-hal yang justru membuat kita semakin tak berdaya. Ingatlah kata Tere Liye, “Bagaimanapun keadaan kita, mau sedih, bahagia, waktu tidak pernah berhenti menunggu. Ia akan tetap berjalan.” Maka, teruslah bergerak mencapai tujuan.


Kedua, berpikir positif.


Dalam mencapai suatu tujuan kita harus senantiasa berpikir positif. Segala ketidaksesuaian yang muncul dalam alur rencana yang telah kita buat, jadikan itu sebagai acuan yang membuat kita lebih kuat ke depannya. Segala yang terjadi ada hikmahnya tersendiri. Sudah sering kita mendengar bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Maka, apa pun rintangan yang kita temui, jadikan itu suatu pembelajaran dan tantangan baru yang membuat kita menjadi orang hebat di masa yang akan datang.


Bukannya tanpa alasan jika kita harus memilih tindakan demikian. Dalam hukum matematika sudah dirumuskan dengan tegas bahwa negatif ditambah negatif sama dengan negatif yang lebih negatif. Rumus yang sama berlaku pula dalam proses kehidupan kita. Karena itu, di saat ada masalah yang bertolak belakang dengan arah tujuan kita, tetaplah berpikir positif dan yakinlah bahwa setiap hambatan itu hanya singgah untuk memompa kekuatan kita dan tidak sungguh menggagalkan kita.

Baca juga:   Sastra dan Etika


Ketiga, selalu ingat alasan awal menetapkan tujuan.


Benar, ada kalanya kita merasa harapan sudah sirna, tak ada yang bisa dilakukan selain pasrah dan menyerah, tapi bagaimanapun segeralah ingat kembali tujuan awal kita memulai sesuatu. Misalnya, sebagai mahasiswa, alasan awal kenapa kita sampai bertekad untuk kuliah adalah prinsip dasar yang krusial. Itu sangat menentukan apa tujuan kita kuliah dan apa yang benar-benar kita cari dengan menerjunkan diri ke dalam kesibukan universitas. Jika kita lupa dengan alasan-alasan mendasar ini, niscaya kita akan mudah lalai oleh hura-hura masa muda yang semu; gampang mengeluh oleh tugas-tugas yang rumit; dan dongkol jika berhadapan dengan dosen yang memberi nilai nyelekit. Sebaliknya, jika kita selalu ingat apa tekad awal kita dan ke mana kita mau melangkah, kita tak akan mudah goyah ketika berhadapan dengan banyak masalah. Kita akan tetap maju dengan teguh, dengan pikiran-pikiran pembakar semangat yang terus membara dalam kepala. Misalnya, bayangan tentang orang tua yang akan meledak bahagia dengan keberhasilan kita di masa depan.


Nah, itulah beberapa tip yang perlu diingat untuk mengobarkan kembali semangat yang terkadang kian redup ketika kita diterpa banyak onak. Dalam perjalanan meraih impian serta mencapai tujuan pasti akan ada kerikil-kerikil tajam atau bahkan bongkahan batu besar yang menghalangi jalan kita. Namun, saat hal tersebut menghampiri janganlah langsung merasa buntu dan gagal begitu saja. Kita harus selalu semangat karena setiap masalah ada jalannya. Bukankah Allah tidak pernah menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya? Yang perlu kita lakukan adalah fokus pada tujuan, selalu berpikir positif, dan menggenggam erat alasan awal kita memulai usaha menggapai tujuan itu. Jadikan ketiga hal ini sebagai bahan bakar agar semangat tetap berkobar, walau berbadai-badai masalah selalu datang menghadang tiada henti.

Baca juga:   Santri atau Murid: Ideologi Bahasa dalam Diksi

Tentang penulis

Tinggalkan balasan!