Sejarah

Setelah melalui perjuangan bertahun-tahun, akhirnya Pemerintah memutuskan untuk membentuk sebuah balai bahasa (dahulu disebut balai penelitian bahasa) di Provinsi Aceh yang diberi nama Balai Bahasa Banda Aceh. Pendirian tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 226/O/1999, tanggal 23 September 1999. Balai Bahasa Banda Aceh merupakan balai bahasa kesepuluh dari tiga puluh balai bahasa yang ada di Indonesia. Semua balai bahasa tersebut merupakan unit pelaksana teknis bidang kebudayaan di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dan berada di bawah koordinasi Pusat Bahasa, Jakarta.

Awalnya, keberadaan Balai Bahasa Banda Aceh masih sangat sederhana, baik dari segi sarana prasarana maupun sumber daya manusianya. Seiring dengan perkembangan masa, Balai Bahasa Banda Aceh saat ini telah memiliki gedung tersendiri yang cukup representatif. Hal itu sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di lingkup kementerian, termasuk masalah organisasi dan tata kerja Balai Bahasa Banda Aceh yang baru.